Saturday , 16 December 2017

Akhirnya Yahoo Tumbang Juga

yahoo

 

Akhir tragis ikon internet yang begitu adi daya

Sebagai informasi bahwa Yahoo sudah di akuisisi Verizon.

Tragisnya, Yahoo “hanya” dihargai oleh Verizon dengan nilai 65 Triliun. Padahal di tahun 2000, nilai Yahoo dikisaran 1300 Triliun. Tentu berita ini sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan.

Bahkan 6 tahun lalu Yahoo sempat ditawar Microsoft 650 Triliun. Tidak dilepas dan sekarang dilepas “hanya” di harga 65 Triliun.

Kisah jatuhnya Yahoo adalah kisah kelam tentang innovator yang dilema dan menganggap sebelah mata kompetitor. Ketika jaya terbuai, malas dan lupa bernovasi.

Banyak analisis yang mempertanyakan kenapa yang dulu melahirkan Facebook bukan Yahoo yang saat itu punya segalanya?

Banyak analisis yang tertegun kenapa yang melahirkan Instagram bukan Yahoo yang dulu punya flickr yg perkasa? Itulah misteri inovasi yang selalu penuh misteri.

Sama seperti kekagetan saya ketika Sony, Si Raja Elektronik, tumbang dalam persaingan pasar smartphone. Dan Kodak, Sang Raja dalam hal Fotografi yang takluk di pasarnya.

Selalu terjadi, saat jadi market leader, kecenderungan perusahaan raksasa selalu meremehkan pemain baru dan kecil.

“Noktah kecil doang” kata Nokia saat android hadir. Namun akhirnya Nokia pun tumbang.
“Mainan anak kampus doang” kata Yahoo saat Facebook hadir.

Saat Instagram hadir, Yahoo dengan flickr-nya menanggapi santai karena yakin dengan kebesaran dan kejayaan mereka.

Ternyata itu adalah penyakit khas innovator. Terlalu yakin dengan produk sendiri dan Cuek terhadap lawan baru yang masih “kecil”. Dan hari ini, Yahoo merasakan penurunan dengan sangat menyedihkan.

Di saat jaya Yahoo juga pernah ditawari membeli Google di tahun 2002 dengan harga 13 Triliun. Tapi Yahoo menolak dengan alasan terlalu mahal.

Padahal, nilai Google sekarang di angka 8000 Triliun. Itulah takdir Yahoo batal mendapatkan keuntungan 8000 Triliun, malah harus tumbang dengan nilai hanya 65 Triliun.

*Yes, Creative Destruction : Anda harus rela mengubur produk sendiri, sebelum dilibas rival tanpa ampun.*

Cerita kehancuran Yahoo ini seolah menjadi tamparan keras bagi pebisnis dalam bidang apa saja, bahwa siapa saja yang tidak berinovasi dalam bisnisnya, maka siap-siap dilibas oleh kompetitor tanpa ampun.

Yahoo adalah salah satu dari puluhan perusahaan raksasa yang telat berinovasi dan akhirnya tumbang perlahan.

Dari kisah singkat ini semoga kita dapat mengambil banyak pelajaran bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi, bahkan perusahaan digital sekelas Yahoo saja bisa tumbang walaupun sekarang kita masih bisa menikmati layanan emailnya. Apalagi bisnis kita yang baru saja tumbuh, bisa hancur lebur tak bersisa.

Sebagai Renungan Menghadapi perubahan di Tahun 2017, ayo selalu berinovasi.

Periksa Juga

Bisnis Online

Hari Ini Kamu Masih offline?

“Kamu tidak bisa berbisnis dengan cara yang lama dan berharap hasil yang melesat hari ini” …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *