Thursday , 22 February 2018
Cara Menulis Artikel Google Friendly 728x90

Galau itu Anugerah

Galau itu anugerah menulis

Sebagian besar teman-teman pasti sedang bertanya? “kok bisa? padahal galau kan sikap dari seseorang yang sedang bersedih, sedang marah atau mungkin karena gagal. Sehingga dia menjadi galau”

Kata galau menjadi populer belakangan ini. Ya, benar sekali apa yang dikatakan teman saya diatas. Mungkin ada sebab dia kehilangan sesuatu lalu bersedih. Mungkin ada sebab dia dikritik lalu dia marah. Atau mungkin karena kegagalan dalam suatu usaha, sehingga dia menjadi stres.

Selama ini kita meyakini dan berpandapat bahwa “Galau” adalah sesuatu yang negatif. Sesuatu yang barangkali harus kita hindari. Karena itu akan bisa mencederai diri kita, pikiran kita atau bahkan sekeliling kita. Sependapatkah anda?

Kalau saya, tentu tidak! Positif atau negatif nya suatu permasalahan kan terlahir dari diri kita sendiri. Kalau kita nanggapinya postif, ya ia akan menjadi positif. Pun sebaliknya kalu kita menanggapinya sebagai sesuatu yang negatif, ya akan jadi negatif. Betul nggak? 🙂 Karena kabar baik dari seorang ayah yang mendapatkan kenaikan gaji pun bisa menjadi pertengkaran hanya karena perbedaan pendapat soal mau beli apa atau liburan dimana??!! Sebaliknya, seseorang akan sangat termotivasi ketika dia mendapatkan saran, kritik atau bahkan fitnah. Karena ia sadar bahwa semua itu adalah keharusan untuk dia memperbaiki diri. Seru kan?? heheh 🙂

Kembali ke topik utama.

Lalu apa sih yang mebuat kegalauan bisa menjadi sebuah anugerah? Banyak sekali. Tergantung kita mau tarik sisi yang mana? Dan di sini saya mau menarik dari satu sisi yang bisa membuat kegalauan menjadi sebuah anugerah. Apa itu? MENULIS

Kebayang nggak teman-teman akan hal ini? Menulis ketika kita sedih. Menulis ketika kita marah. Atau mungkin menulis kisah-kisah kehidupan kita yang lain. Ya, kita lepaskan unek-unek kita ke dalam sebuah tulisan. Apa untungnya emang?

Sahabat-sahabat indonesia yang baik hatinya… (gayanya sok Mario Teguh banget, hehe 🙂 ) Masih ingat lagu “Separuh Jiwaku Pergi” yang dinyanyikan oleh Anang Hermansyah? Itu kan juga curhatan dari kegalauannya seorang Anang, kan? Berawal dari kemarahan dan kekecewaan, kemudian dilampiaskan kedalam coretan-coretan (baca: Tulisan-tulisan) dan akhirnya menjadi sebuah lagu. Dan masih banyak lagi contoh lain yang awal mulanya bersumber dari kegalauan yang kemudian menjadi sebuah lagu, buku dan bahkan film layar lebar.

Akibatnya, dunia akan mengenal kita. Dunia akan berpihak kepada kita. Malaikat-malaikat penjaga langit pun akan memuji dan mendo’akan kita (amiin). Dan yang nggak kalah penting, pundi-pundi uang pun akan mengalir ke rekening kita.. hehe 🙂

Keuntungan lain dari menulis ini adalah kondisi mental kita akan lebih stabil dibandingkan orang-orang yang tidak biasa menulis.

Menurut James W Pennebaker, Ph.D. Seorang professor Psikologi dari Universitas Of Texas mengatakan “Kondisi Mental Orang-orang yang suka mengekspresikan emosi atau unek-unek melalui tulis menulis itu lebih stabil dibandingkan dengan orang-orang yang tidak biasa menulis” Tuh kaan…???

“Jadi, Ayo tulis aja. Siapa tau tulisanmu bisa mengispirasi orang lain. Siapa tau tulisanmu bisa jadi manfaat bagi orang lain. Siapa tau tulisanmu bisa menjadi petunjuk orang lain. Siapa tau??!!”

Catatan tambahan:
Pastikan tulisan yang kamu publish (ke sosial media, blog atau yang lainnya) adalah tulisan yang bernilai ya.. Artinya tulisan kamu mengajak kepada kebaikan, positif dan inspiratif. Kalapupun kamu hanya ingin menulis tentang curhatan kesedihanmu, tangisan hatimu atau apapun yang hanya bisa membuat sedih temanmu, cukup kamu diskusikan di atas sajadahmu bersama robbmu saja. serius..!!

Happy Writing… Semoga bermanfaat

Regards,
Imam Bagus Mawardi (@ibagusm)

Dapet Duit Dari Twitter 728x90

Periksa Juga

terimakasih guruku

Terimakasih Guruku

Hari ini, tanggal 25 November adalah hari dimana kita akan mengingat semua memori dan kenangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *