Thursday , 16 August 2018
Cara Menulis Artikel Google Friendly 728x90

Perbedaan MLM dan Affiliasi

Affiliate Marketing vs MLM

Banyak persepsi yang mengatakan bahwa bisnis dengan strategi MLM ataupun bisnis dengan strategi Affiliate (afiliasi) itu sama. Padahal, dari namanya saja udah berbeda. Kenapa mereka menyebutnya sama ya? Ya karena mereka (yang mengatakan sama) belum tahu… 🙂

Maka itu saya disini mau meluruskan perbedaan antara keduanya. Apa itu MLM, apa itu Affiliate. Dan juga saya disini tidak mau membeberkan mana yang buruk dan mana yang baik. Keduanya baik kok. Oknumnya aja yang nggak baik. #kalem… 🙂

Soal anda mau pilih yang mana, itu tergantung kebutuhan anda. Ini hanyalah strategi bisnis penjualan belaka. Kedunya memiliki kekurangan jika dibandingkan antara kedunya. Pun sebaliknya, keduanya memiliki kelebihan masing-masing jika dibandingkan. Tinggal anda yang menentukan. Mana strategi yang cocok bagi anda untuk diterapkan.

MLM (Multi Level Marketing)
perbedaan MLM dan Affiliasi

Alur = Pabrik  Stokis  Upline/Downline  Konsumen

  • Jenjang MLM sangat khas, yaitu UPLINE dan DOWNLINE. Komisinya pun berjenjang.
  • Pembelian produk oleh konsumen, Melalui si pelaku MLM. Baik Upline ataupun Downline. Kecuali konsumen ynag merupakan Downline aktif (bukan sekedar konsumen). Maka dia melakukan pembelian langsung dari stokis.
  • Komisi MLM berjenjang dan atau progresif. Semakin banyak yang dijual, semakin banyak yang ia dapat.

Affiliasi (Affiliate)

perbedaan MLM dan affiliasi

Alur = Web Affiliate  Konsumen via Shipping, dipromosikan oleh Affiliate Marketer

  • Si Affiliate mendapatkan ‘Link” unik dari web Affiliate untuk dipromosikan ke media internet. Baik Facebook, Twitter, Blog atau yang lainnya.
  • Konsumen bisa jadi tidak mengetahui atau mengenal si Affiliate. Karena si Affiliate bukanlah penjual, melainkan Promotor atau publisher.
  • Konsumen memesan produk langsung via web melalui link yang dikirim atau disebar oleh si affiliate.
  • Link tersebut memiliki kode tracking (cookies) yang akan menempel di browser konsumen selama beberapa waktu dengan batas tertentu.
  • Dari situ, Affiliate Network akan mendeteksi penjualan tersebut hasil dari promosi si affiliate yang mana.
  • Jika ada transaksi, maka si Affiliate berhak mendapatkan komisi dari Affiliate Network dengan jumlah yang telah ditentukan.

Dari penjelasan singkat diatas, cukup jelas kan perbedaan antara MLM dan Affiliasi ? Dari sisi kategori pun sudah ketahuan, bahwa MLM mengarah ke Direct Selling, dan Affiliate masuk ke kategori Internet Marketing (promo).

MLM langsung bertemu dengan si calon pembeli (konsumen) sedangkam Affilaiasi sering tidak terdeteksi oleh konsumennya.

Perusahaan MLM contohnya adalah Amway, CNI. Perusahaan Affiliate contohnya Amazone, Yubi Store.

Kedua model distribusi diatas adalah 2 diantara beberapa strategi distrubisi yang ada sebagai cara menjual barang daangan mereka. Dan semoga Bermanfaat.

*)Referensi: Buku BuLaLa (Buka Langsung Laris)
*)Gambar diambil dari buku BuLaLa

Dapet Duit Dari Twitter 728x90

Periksa Juga

Bisnis Online

Hari Ini Kamu Masih offline?

“Kamu tidak bisa berbisnis dengan cara yang lama dan berharap hasil yang melesat hari ini” …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *